dwaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa
awddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddddd

Selamat Datang Di Future and Culture Bali Blog's

Future and Culture Bali, Adalah blog yang dapat membantu menjelaskan apa manfaat teknologi bagi kelangsungan budaya dan adat Bali.

Apa Yang Ada Di Future and Culture Bali Blog's?

Diblog ini kita dapat melihat beberapa contoh dan juga pengertian mengenai apa itu Teknologi bagi adat dan budaya Bali.

Mengapa Future and Culture Bali Blog's?

Karena diblog ini kita akan mengupas lebih jauh apa makna dari teknologi untuk adat dan budaya Bali.

Kamis, 24 Maret 2016

Mudahnya Belajar Aksara Bali Dengan Android Buatan Mahasiswa STIKOM Bali

Bali memiliki prosedur khusus untuk menulis dalam penulisan bahasa Bali disebut aksara Bali. Dalam bidang teknologi untuk melestarikan penggunaan aksara Bali membutuhkan alat untuk membantu Anda untuk memahami bahasa tulisan menggunakan script Bali. Alat yang disebutkan dilengkapi komputer dan ponsel pintar. 
Upaya komputerisasi pernah dilakukan sebelumnya pada komputer yaitu dengan memasukkan aksara Bali dalam karakter Unicode standar dan menghasilkan Bali Simbar font yang dapat dijadikan ketika menggunakan MS. Word cara untuk menginstal font-font ini. Tapi font Bali Simbar masih memiliki beberapa kekurangan dalam keakuratan penentuan konversi dan pengguna harus menggunakan benar-benar mengerti tentang aksara Bali seperti penggunaan huruf "e" dengan huruf "è". 

Belajar Aksara Bali


Dalam pembuatan aplikasi konversi huruf latin ke dalam script Bali android konsep desain berbasis dan perencanaan melalui pengumpulan data. Terpadu Modeling Language (UML), database konseptual, dan kemudian menerapkannya. Dengan aplikasi konversi yang dirancang untuk huruf Latin ke dalam script Bali yang dapat berjalan pada smartphone yang menggunakan sistem operasi Android versi 2.3 dapat membantu pengguna untuk mengkonversi huruf Latin ke Aksara Bali dengan benar, dan aplikasi ini juga dilengkapi dengan pengenalan berbagai naskah Bali, sehingga setiap pengguna yang menggunakan aplikasi ini bisa langsung mempelajari naskah Bali.

Software ini dapat didownload di: https://play.google.com/store/apps/details?id=com.skripsi.aksara&hl=in

Pelajah.In, Belajar Online Mengenai Adat Budaya Serta Agama Hindu Bali


Tampilan Web Pelajah.in

pelajah.in adalah web yang berisikan berbagai macam pelajaran mengenai Agama Hindu,Adat dan juga Budaya Bali yang dapat digunakan untuk memperdalam ilmu dibidang agama dan juga adat budaya Bali.Sesuai pengenalan diwebsite pelajah.in :
Sesuai dengan nama domainnya, website ini dibuat sebagai bahan pembelajaran tentang Agama Hindu, Budaya dan Adat Bali. Karena sering kali kita menjumpai jawaban “nak mula keto” akibat keterbatasan pengetahuan kita tentang Agama Hindu, Budaya dan Adat Bali.
Dan lebih menyenangkannya lagi,beberapa fitur yang membuat pengunjung betah diwebsite ini  yaitu:

  • Tanya jawab singkat.
    Tata penulisan kontennya adalah bersifat tanya-jawab. Jawaban yang diberikan adalah singkat dan jelas. Di ambil dari beberapa sumber yang dapat dipercaya kebenarannya. Dan jika ingin penjelasan lebih detail, kami juga akan menyertakan link-link sumbernya.
  • Responsive dan sederhana.
    Tampilan website kami adalah sangat simple dan sederhana agar mudah dan cepat untuk diakses. Dan dengan design responsive, website ini dapat menyesuaikan tampilannya di semua perangkat yang digunakan, sehingga dapat diakses dari gadget apapun di manapun.

Rindik Editor,Belajar "Rindik" Mudah Dengan Android

Seiring dengan perkembangan aplikasi musik modern yang semakin populer saat ini, tetapi lain halnya dengan musik tradisional yang keberadaannya bisa dihitung dengan jari. Salah satunya alat musik gambelan tradisional Bali yaitu gambelan rindik bali, dengan tiga instrument diantaranya yaitu Rindik Polos,Rindik Sangsih dan satu buah Suling. Satu buah (tungguh) Rindik dalambarungan gambelan Rindik memiliki sebelas buah belahan bambu yang merupakan nada ndung rendah sampai nada ndung tinggi. Instrumen ini dimainkan seorang penabuh dengan dua tangan memakai panggul yang disebut panggul rindik. Dalam sebuah barungan gambelan Rindik Bali, instrumen ini berfungsi untuk pembawa lagu. Instrumen suling berfungsi sebagai penegasgending atau lagu yang dalam barungan membawa melodi dengan tekniknya sendiri.

Rindik Editor
Bagi masyarakat yang ingin mencoba memainkan atau belajar gambelan Rindik Bali ini mungkin akan sangat sulit karena satu set gambelan Rindik Bali ini sangat mahal dan masyarakat umum tidak terlalu paham dengan notasi yang dihasilkan dari bermain gambelan Rindik Bali.
Aplikasi Gambelan musik editor instrument gambelan rindik Bali Berbasis Android pada tahap ini masih dalam tahap awal pengembangan yang selanjutnya dapat dikembangkan lebih lanjut sehingga menjadi lebih sempurna dan lebih bermanfaat. Adapun saran yang dapat diberikan adalah sebagai berikut:
1.        Aplikasi musik editor instrumen gambelan rindik Bali yang telah dibangun, diharapkan nantinya dapat dikembangkan menjadi lebih baik lagi dengan menyempurnakan fitur multi touch agar suara instrumen rindik menjadi lebih sempurna.
2.        Aplikasi ini hanya dapat berjalan pada device Android dengan layar WSVGA 7.0 inchi, untuk itu diharapkan juga agar aplikasi ini dapat dikembangkan pada platform lainnya serta ukuran layar yang dapat menyesuaikan padadevice yang digunakan.
Aplikasi ini buatan I Gede Putra Mas Yusadara, S.Kom dalam skripsinya yang berjudul "APLIKASI MUSIK EDITOR INSTRUMENT GAMBELAN RINDIK BALI BERBASIS ANDROID". Menarik untuk ditunggu pengembangan aplikasi ini kedepannya karna memang banyak sekali warga Bali yang menggemari Rindik namun tidak dapat memainkannya dengan baik.

Media Pelestarian Budaya

Indonesia merupakan negara yang kaya akan kebudayaan. 
Begitu  banyak kebudayaan di Indonesia yang memiliki keunik dilihat dari adat dan tradisi daerah-daerah yang ada di Indonesia. Bali merupakan salah satu tempat tujuan wisata yang paling diminati di dunia, Bali menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya. Banyak wisatawan asing atau pun
domestic datang bukan hanya untuk melihat keindahan alam yang dimiliki Pulau Bali tetapi juga untuk melihat kebudayaan-kebudayaan unik yang ada. 
Kebudayaan merupakan salah satu peninggalan nenek moyang yang harus dijaga kelestariannya agar kebudayaan tersebut tetap utuh dan tentunya akan membuat Bali tetap menjadi salah satu tempat wisata yang  paling diminati di dunia. Adanya perkembangan zaman dalam melestarikan  budaya dapat dilakukan dengan berbagai cara sesuai tuntutan zaman. Zaman globalisasi seperti saat ini, dimana penggunaan teknologi sangat  berperan dalam kehidupan sehari-hari. 

Maka pemerintah atau pun para generasi muda yang ingin tetap menjaga dan melestarikan kebudayaan di Bali memanfaatkan teknologi yang ada untuk menjaga dan melestarikan kebudayaan yang ada di Bali. Sekarang ini sudah banyak sekali website, blog, atau pun akun  jejaring sosial yang digunakan untuk mempromosikan atau memperkenalkan kebudayaan yang ada di Bali. Seperti halnya sekarang ini  pemerintah mengadakan festival kebudayaan seperti PKB (Pesta Kesenian Bali) yang merupakan agenda rutin tahunan Pemerintah Provinsi Bali yang dijadikan wadah aktivitas dan kreativitas para seniman dalam upaya ikut mendukung program pemerintah dalam hal pelestarian dan pengembangan nilai– nilai seni budaya yang adhiluhung.

Penjor Bali

Penggalian dan pengembangan  berkesenian pada Pesta Kesenian Bali, sebagai upaya untuk mengimbangi adanya distribusi budaya asing sebagai akibat globalisasi menyeluruh, karena dengan adanya Pesta Kesenian Bali dapat menuntun prilaku masyarakat dalam konteks berfikir, berkata dan berbuat yang diimplementasikan dan diwujudkan dalam bentuk karya cipta seni budaya. Festival-festival seperti ini dipromosikan melalui jejaring sosial yang memang penggunaannya cepat dan murah. Acara-acara festival yang dipromosikan menggunakan teknologi internet memiliki kelebihan seperti akan ada banyak orang dari berbagai daerah, baik di dalam negeri atau pun diluar negeri yang akan tahu tentang acara tersebut dalam waktu yang lumayan singkat. Sehingga ini akan berdampak pada perolehan wisatawan dan pengunjung acara festival budaya tersebut yang akan semakin banyak. Selain melalui internet promosi juga dilakukan melalui media cetak,  pemanfaatan teknologi desain grafis diperlukan dalam membuat pamphlet,  brosur, atau pun poster yang terlihat menarik untuk mempromosikan kegiatan tersebut. 

Adanya hal itu kita bisa melihat pemanfaatan teknologi dalam melestarikan budaya di Bali agar tidak tergerus globalisasi melainkan kebudayaan tersebut dapat berkembang mengikuti perubahan zaman tanpa mengubah keaslian budaya tersebut. Peran teknologi dalam memperkenalkan budaya lokal atau pun untuk mempromosikan acara festival budaya merupakan sedikit pengaruh era globalisasi yang dimanfaatkan secara positif agar terjadi keselarasan antara pemanfaatan teknologi yang semakin maju dengan pelestarian kebudayaan yang dimiliki.
Pemanfaatan teknologi yang semakin maju dengan pelestarian kebudayaan yang dimiliki.
Sumber http://ramadanudanu.blogspot.com/2014/10/melestarikan-budaya-indonesia-dengan.html

D'Kala,Wujud penerapan teknologi dan harmonisasi dengan budaya Bali

D’Kala merupakan nama permainan (fun games) seperti Angry Bird, Zuma, atau permainan lainnya dengan komputer, telepon genggam pintar, atau sejenisnya. Bedanya, D’Kala merupakan permainan melalui android yang kental dengan budaya Bali , yaitu tradisi ogoh-ogoh. Jika Angry Bird identik dengan burung lucu warna-warni, D’Kala justru mengingatkan pemain pada ogoh-ogoh yang hanya ada ketika perayaan Nyepi.
Permainan ini adalah ide orisinal dan asli buatan orang Bali yang ingin mempersembahkan sesuatu karya untuk Pulau Dewata ini. Mereka adalah Putu Sudiarta, pemilik PT Bamboomedia Citra Persada (perusahaan teknologi informasi), karyawannya beserta belasan anak sekolah menengah kejuruan (SMK) di Bali yang tengah magang di perusahaan Sudiarta.
Sekarang, tim ini begitu bangga ketika ditemui di kantor Bamboomedia. Bahkan, sebulan sesudah games D’Kala diunggah ke dunia maya, pengunduhnya mencapai 5.000 orang. Hingga akhir April ini, permainan ini terus diperbaiki dengan menambah pilihan bahasa Indonesia dan Inggris, musik tradisional (gamelan) Bali, serta artistik lainnya.
”Kami tidak berhenti dengan cukup mengunggahnya di dunia maya, tetapi terus, dan terus mengembangkannya agar lebih menarik pemainnya,” kata Sudiarta.
Mengapa permainan ini diciptakan. Menurut Sudiarta, semuanya berawal dari tekad kuat untuk bisa memberikan tanah kelahirannya dengan sesuatu yang berbasis teknologi. Maka mereka mencoba mengemas produk ini harus berbeda, unik, menarik, dan mencerdaskan.



Akhir Desember 2011, muncul ide membuat games berbasis teknologi android dengan karakter ogoh-ogoh sebagai pemeran permainan ini. Selama hampir dua bulan sejak Desember itu, kerja keras dikerahkan meski sempat pesimistis karena kesulitan melakukan program keseimbangan pada permainannya.
Bahkan, Ida Bagus Adiantara, si perancang permainan, lulusan SMK 1 Denpasar, dan menjadi karyawan Bamboomedia, itu mengaku kewalahan menyelesaikan permainan ogoh-ogoh ini.
Maklum, permainan ogoh-ogoh ini begitu banyak menggunakan keseimbangan persegi panjang. Mulai bagaimana agar persegi panjang itu jatuh dengan baik hingga bagaimana menjaga bagian-bagian tertentu tidak jatuh. Butuh ketelitian dan kecermatan pembuatnya. ”Ya, kan, malu jika tidak benar-benar matang karena membawa nama Bali,” ujar Adiantara.
Pada akhir Februari menjelang Nyepi bulan Maret lalu, D’Kala versi perdana pun meluncur dengan 10 tema permainan berbasis android. Meski tim ini sudah mengumpulkan sekitar 50 tema dengan berbagai versi serta variasi ogoh-ogohnya, mereka tak ingin gegabah. Saat ini, mereka sudah menambah 10 versi lagi hingga awal Mei ini.
”Target kami adalah mendapatkan pengunduhnya bisa lebih dari 10.000 orang selama tiga bulan. Kami pun menargetkan pada Nyepi tahun depan, sudah bisa mengunggah D’Kala berbagai versi dan mulai berbayar karena bakal bisa juga dimainkan di PC (personal computer) sehingga yang bermain tidak hanya yang memiliki program android saja,” tutur Sudiarta, awal April lalu.

Selasa, 22 Maret 2016

Manfaat Teknologi Untuk Pelestarian Budaya Bali

Bali sebagai satu bagian dari wilayah Indonesia tidak dipungkiri lagi sudah sangat terkenal di seantero jagat, baik karena keindahan alam, kesenian, keramahan penduduk maupun hal lainnya. Bahkan saking terkenalnya, sampai pernah ada semacam joke, “Indonesia itu disebelah mananya Bali”. Dengan keterkenalan Bali tersebut, banyak hal yang masuk ke Bali, mulai dari perdagangan, pendidikan, budaya bahkan sampai industry teknologi yang canggihpun menggunakan Bali sebagai salah satu lokasi strategisnya.
Kemajuan serta perkembangan jaman sangat berpengaruh terhadap prilaku masyarakat Bali, Kota Denpasar pada khususnya. Sudah merupakan hal yang lumrah apabila kita melihat anak-anak sudah fasih menggunakan berbagai jenis gadget yang dimiliki. Dan sudah jamak pula kalau kita melihat banyak anak yang tidak menggunakan bahasa Bali dalam bahasa kesehariannya. Bahasa Bali sepertinya terpinggirkan dengan adanya kemajuan jaman serta perkembangan pesat teknologi tersebut. Bahkan di sekolah-sekolah ada ruangan yang dimanfaatkan sebagai Lab Bahasa Inggris….namun adakah Lab Bahasa Bali di sekolah tersebut?



Kiranya masih dapat diingat saat para orang dewasa saat ini ketika masih duduk di bangku sekolah, kira-kira mata pelajaran apa yang menjadi “momok” saat itu. Jawabannya berkisar pada pelajaran Bahasa Inggris, Matematika, Fisika, Biologi maupun Kimia. Namun sekarang apa yang terjadi? Bahasa Bali telah menjadi “momok” bagi para pelajar. Kenapa hal itu bisa terjadi? Lingkungan merupakan salah satu alasan kenapa Bahasa Bali bisa berada pada posisi seperti itu. Bahasa keseharian anak-anak, mulai dari rumah, teman-teman sepergaulan bahkan di sekolah lebih banyak menggunakan Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Bali sekalipun itu dilakukan dengan sesama orang Bali. Menggunakan Bahasa Bali, terutama berbahasa Bali yang baik dan benar dianggap sulit, sehingga penggunaan Bahasa Indonesia lebih sering digunakan.
Ditengah kemajuan teknologi sekarang ini, hal tersebut sangat mengkhawatirkan, karena kalau keadaan ini dibiarkan terus terjadi, maka lama kelamaan Bahasa Bali, termasuk Aksara Balinya, akan menghilang. Dan janganlah sampai terjadi, kita warga Bali menggunakan bahasa daerah atau bahkan Negara lain menjadi bahasa ibu atau bahasa kesehariannya. Janganlah sampai kemajuan jaman serta kemajuan teknologi sampai “menghilangkan” Bahasa Bali. Kiranya perlu disiasati bagaimana menggunakan kemajuan teknologi tersebut untuk pelestarian bahasa dan aksara Bali.
Aksara Bali yang kita kenal adalah aksara yang memiliki cirri khas yang membedakannya dengan akasara latin maupun aksara lainnya. Banyak ketentuan dalam penulisan aksara Bali yang harus diketahui, mulai dari penggunaan gantungan atau gempelan ataupun ketentuan-ketentuan lainnya. Dalam upaya pelestarian penggunaan aksara Bali tersebut ditemui beberapa kendala, diantaranya adalah kurangnya alat bantu untuk mengakomodir pemikiran-pemikiran dalam penggunaan aksara Bali tersebut.